Hindari Politik Uang, Muhammadiyah Dukung Pemilu Proporsional Tertutup

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Selasa, 3 Januari 2023 – 14:29 WIB

VIVA Nasional – Wacana Penerapan sistem proporsional tertutup pada Pileg 2024, terus menuai pro-kontra. Hal itu seiring dengan adanya pihak yang kembali mengajukan uji materi atau judicial review (JR) mengenai sistem proporsional terbuka ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ikut menyoroti perdebatan terkait sistem pemilu tersebut. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyebut sistem proporsional terbuka yang kini diterapkan juga sarat masalah.

Ilustrasi surat suara di pemilu

Ilustrasi surat suara di pemilu

Menurut Mu’ti, sistem proporsional terbuka yang dia istilahkan sebagai ‘kanibalisme politik’ itu perlu dievaluasi. Muhammadiyah menawarkan dua opsi sistem pemilu alternatif.

“Sistem proporsional terbuka menimbulkan praktik politik uang, hingga persaingan tidak sehat antara para calon anggota legislatif. Akibatnya, tak jarang kualitas anggota legislatif yang terpilih tidak ideal dan buruk,” kata Mu’ti kepada wartawan, Selasa, 3 Januari 2023.

Menurut Mu’ti, masyarakat cenderung memilih figur yang populer dan bermodal, sehingga kekuatan uang terasa begitu dominan. Ia juga berpandangan, sistem proporsional terbuka menjadikan peran partai politik melemah karena tidak bisa menominasikan kadernya untuk menjadi anggota legislatif.

“Selain itu, polarisasi politik yang sangat serius. Persaingan menimbulkan politik identitas, yang kadang-kadang dilandasi sentimen-sentimen primordial, baik primordialisme keagamaan, kesukuan, atau kedaerahan,” kata Mu’ti.

Halaman Selanjutnya

Sebagai solusi menggantikan sistem proporsional terbuka, Mu’ti mengatakan, Muhammadiyah menawarkan dua opsi sistem pemilu alternatif.

img_title

Sumber: www.viva.co.id