Jokowi Restui Peleburan Damri dan PPD Jadi Satu

Bus listrik Damri

Selasa, 27 Desember 2022 – 21:31 WIB

VIVA Nasional – Dua Perusahaan Umum milik BUMN yang bergerak di bidang angkutan umum, yakni Perum Damri dan Perum PPD bakal disatukan menjadi satu perusahaan. Penggabungan kedua perusahaan itu telah mendapatkan izin dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan penggabungan Damri dan PPD untuk penguatan BUMN angkutan bus sekaligus memperkuat kondisi perusahaan yang terhantam pandemi. Perusahaan hasil penggabungannya, kata Erick, nanti dapat lebih fokus pada upaya maksimal untuk meningkatkan kinerja dan perluasan pasar ke depan.

“Kebetulan keduanya terdampak oleh pandemi COVID-19. Penggabungannya nanti lebih memperkuat daya jangkau dan memperluas jaringan,” ujar Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Bus kota milik Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD)

Bus kota milik Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD)

Restu yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyatukan dua BUMN angkutan umum yakni Perusahaan Umum (Perum) Damri dan Perum PPD, merupakan upaya strategis yang didorong Kementerian BUMN dalam menyehatkan kedua perusahaan tersebut.

Erick Thohir mengemukakan merger kedua perum ini merupakan aksi korporasi yang didasari oleh kondisi bisnis keduanya yang ekuivalen. Penyatuan menjadi langkah terbaik, katanya, agar kedua perum tersebut tidak tumpang tindih akibat memiliki fokus bisnis yang sama.

Sebelumnya melalui Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo, mengatakan Kementerian BUMN mengusulkan agar Damri mendapat PMN pada 2023 sebesar Rp 870 miliar.

Halaman Selanjutnya

Damri akan menjalankan penugasan dan pengembangan usaha dalam penyediaan armada untuk jalur perintis, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), armada bus listrik untuk perkotaan melalui buy the service, serta untuk meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan.

img_title

Sumber: www.viva.co.id