Pengacara Bupati Bangkalan Bantah Kliennya Ditangkap KPK, Tapi Penuhi Panggilan

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif.

Rabu, 7 Desember 2022 – 22:29 WIB

VIVA Nasional – Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif bersama lima kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Markas Kepolisian Daerah Jatim di Surabaya pada Rabu, 7 Desember 2022. Setelah diperiksa, mereka semua dibawa ke gedung KPK di Jakarta.

Kelima Kepala OPD yang ikut diperiksa bersama Ra Latif ialah Kepala Dinas PUPR Wildan Yulianto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mustakim, Kepala BKPSDA Agus Eka Leande, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Salman Hidayat, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Hosin Jamili.

Mereka semua diperiksa dalam dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Di Polda, Ra Latif terlihat mengenakan kemeja lengan panjang warna kuning, berkaca mata dan berpeci hitam. Ia dan kelima kepala OPD dibawa KPK dari Polda Jatim sekira pukul 17.33 WIB.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat acara Antikorupsi oleh KPK

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat acara Antikorupsi oleh KPK

Ra Latif ogah berbicara banyak terkait pemeriksaan dirinya. “Nanti ya,” kata politikus berusia 37 tahun itu.

Kuasa hukum Ra Latif, Suryono Pane, membantah informasi beredar yang menyebutkan kliennya ditangkap oleh KPK. Namun, Ra Latif hadir sendiri ke Polda Jatim memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa.

“Datang ke Mapolda Jatim untuk memenuhi panggilan di Polda, pemeriksaan sebagai tersangka di Polda,” ucapnya.

Sumber: www.viva.co.id